SEHANGAT RUMAH COKELAT



        Inspirasi bisa datang dari mana saja, termasuk dari sebuah kata cokelat. Siapa yang tak mengenal cokelat?. Rasa manis dan lezat selalu menjadikan cokelat sebagai idola dari berbagai jenis kalangan masyarakat. Cokelat menjadi poin pertama yang selalu terlintas dibenak seseorang ketika ingin memberi hadiah kepada keluaraga, sahabat dan juga orang terdekat.
Berbicara soal rasa cokelat, tak jarang jika rasa sedikit kecewa kian menghampiri, karena memang tak selamanya cokelat selalu menawarkan rasa manis, sesekali kita bisa menemukan cokelat yang berasa pahit. Seperti itulah kehidupan, tak ubahnya seperti cokelat. Kehidupan memang tak selalu berbicara soal manisnya saja, kita juga harus tahu bagaimana rasa pahitnya agar mengerti betapa berharganya kehidupan ini.
Hidup yang tak selamannya berjalan selaras sesuai dengan apa kata hati. Terkadang membuat kita membuang semua impian karena adanya keterbatasan, baik dalam segi ekonomi maupun fisik. Sebenarnya masih banyak impian-impian indah bertebaran di Negeri Indonesia tercinta, tentang orang-orang yang percaya bahwa selalu ada malaikat tanpa sayap yang akan menyelamatkan mereka dari patahnya harapan dan mimpi-mimpi masa depan.
Adanya keterbatasan, orang-orang yang putus sekolah karena himpitan ekonomi, terkadang keberadaan mereka kerap dipandang sebelah mata oleh sebagaian orang. Hal inilah yang membuat mereka takut mengatakan bahwa kekurangan bukanlah penghalang untuk meraih impian. Pada akhirnya, mereka menutup ruang kehidupannya dan selalu mengangap dirinya  lemah.
Dilain sisi, saat semua orang bisa menikmati dunia sekolah, menikmati setiap detiknya untuk tertawa bersama teman-teman, mereka harus rela menghapus mimpi dan mencari hal-lain lain yang lebih penting agar bisa bertahan hidup. Kenyataan yang memaksa mereka untuk tidak bisa menikmati masa muda. Namun apakah dengan begitu mereka membuang semua harapan dan impiannya? Apakah mereka juga akan berhenti untuk menatap dunia dengan berani?
Rumah cokelat adalah sebuah organisasi sosial yang difungsikan sebagai sarana untuk memfasilitasi pendidikan bagi anak putus sekolah dan memiliki keterbatasan. Rumah cokelat bukanlah surga yang melambangkan istana megah penuh dengan cokelat. Kata cokelat dijadikan sebagai nama organisasi karena dikaitkan seperti hal sederhana tentang cokelat, manis sekaligus pahit. Rumah cokelat diharapkan mampu menjadi keluaraga baru yang penuh kehangatan serta bisa menemani manis dan pahitnya kehidupan mereka.
Selain memberikan dukungan moril dan materiil baik itu pendidikan formal dan informal, masing-masing individu  juga akan dibekali suatu bidang keterampilan sesuai minat dan bakat seperti menjahit, membuat kerajinan tangan dan cara berwirausaha. Sehingga nantinya mereka akan siap terjun serta diterima di dunia pekerjaan pada umumnya dan dapat mengembangkan bakat yang dimiliki di lingkungan masyarakat luas.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "SEHANGAT RUMAH COKELAT"